Minggu, 22 Juli 2012

Keutamaan Sholat Tarawih

Menurut riwayat Al-Muslim “Semua amal anak Adam dilipatgandakan pahalanya, setiap kebaikan 10 kali lipat, hingga 700 kali lipat, kecuali puasa. Akulah (Allah) yang membalasnya, sebab ia meninggalkan syahwat dan makan minumnya hanya karena Aku, dan baginya ada dua kegembiraan pertama ketika berbuka dan kedua ketika berjumpa Tuhannya. Sungguh bau mulutnya bagi Allah melebihi harumnya kasturi.”
Berikut fadhilah – fadhilah (keutamaan) Shalat Tarawih yang disabdakan Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Tholib RA yang dikutip dari Kitab : Durrotun Nashihin Hal : 18 -19.
Malam ke – 1
:
Siapa yang shalat tarawih pada malam pertama dihapus dosa seorang mu’min seperti ketika ia dilahirkan.
Malam ke – 2
:
Shalat tarawih pada malam kedua diampuni dosa dirinya dan kedua orang tuanya, jika keduanya mu’min.
Malam ke – 3
:
Semua malaikat yang berada di bawah Arsy menyeru, “Perbanyaklah amalmu….!!!
Malam ke – 4
:
Allah akan memberikat pahala sebagaimana pahala orang yang membaca Taurat, Injil, Zabur juga Al Qur’an.
Malam ke – 5
:
Allah SWT memberinya pahala seperti pahala Sholat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjid Aqsho.
Malam ke – 6
:
Allah SWT memberinya pahala Thawaf di Baitul Makmur dan dimintakan ampun baginya oleh setiap batu, pasir dan benda yang berada disana.
Malam ke – 7
:
Seakan – akan ia hidup pada zaman Nabi Musa AS dan membelanya dari Fir’aun & Hamman.
Malam ke – 8
:
Allah SWT memberinya pahala seperti pahala apa yang diberikan kepada Nabi Ibrohim AS.
Malam ke – 9
:
Seakan – akan ia telah beribadah kepada Allah SWT seperti ibadahnya Nabi Muhammad SAW.
Malam ke – 10
:
Allah SWT memberinya Rizki dan kebaikan di dunia dan akhirat.
Malam ke – 11
:
Apabila ia meninggal dunia, seperti dilahirkan dari ibunya.
Malam ke – 12
:
Ia datang pada hari kiamat dengan wajah berseri – seri seperti bulan purnama.
Malam ke – 13
:
Ia datang pada hari kiamat, selamat dari kejahatan (kejelekan)
Malam ke – 14
:
Malaikat menyaksikan bahwa pada sesungguhnya orang tersebut telah Sholat Tarawih maka pada hari kiamat kelak Allah SWT tidak akan menghisabnya.
Malam ke – 15
:
Malaikat penopang Arsy dan kursi membaca sholawat untuknya.
Malam ke – 16
:
Allah SWT mencatat baginya akan dibebaskan dari dari api neraka dan masuk surga.
Malam ke – 17
:
Diberikannya pahala seperti pahala para Nabi.
Malam ke – 18
:
Ia dipanggil oleh malaikat, “Hai hamba Allah, ketahuilah bahwa Allah meridloimu & kedua orang tuamu”.
Malam ke – 19
:
Allah mengangkat derajatnya hingga derajat orang – orang yang ada di surga firdaus.
Malam ke – 20
:
Dia diberi pahala para syuhada’ & orang – orang sholeh.
Malam ke – 21
:
Allah SWT membuatkan baginya sebuah istana di surga dari cahaya.
Malam ke – 22
:
Pada hari kiamat nanti, selamat dari kesulitan dan kesusahan.
Malam ke – 23
:
Allah SWT membangun baginya sebuah kota di surga.
Malam ke – 24
:
Dua puluh empat (24) permintaanya dikabulkan Allah SWT.
Malam ke – 25
:
Allah SWT mengangkatnya dari siksa kubur.
Malam ke – 26
:
Allah SWT mengangkat baginya pahala empat puluh tahun (40 th)
Malam ke – 27
:
Ia akan melewati jembatan Shorotul Mustaqim pada hari kiamat kelak seperti kilat menyambar.
Malam ke – 28
:
Allah SWT mengangkat baginya seribu (1000) derajat di surga.
Malam ke – 29
:
Allah SWT akan mengkaruniakan kepadanya pahala seribu haji yang mabrur.
Malam ke – 30
:
Allah SWT akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawih pada malam terakhir dengan firman-Nya (yang bermaksud) : “Wahai Hambaku, …! makanlah segala jenis buah – buahan yang engkau inginkan untuk dimakan di dalam surga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama salsabil serta minumlah air dari telaga yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kautsar.
TAg dari : http://filsafat.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar